Terlalu sulit ketika kita harus merangkai kata
untuk menuliskan semua kata-kata yang hanya bisa di mengerti tanpa di utarakan
..
sekrang dunia semakin tua, semakin berubah semakin hina buat mereka yang tak pernah mengerti setiap napas mereka hanya di gunakan untuk mengeluh dan tak pernah menghargai waktu ..
ketika jalan buntu itu mengahadang hanya segelintir dari mereka yang dapat bertahan bahkan mereka sekalipun yang tau akan filsafat kehidupan , meraka yang tahu mereka mempunyai tuhan, mereka yang tau mereka mampunyai peluang untuk masih bisa bertahan . tak ada satupun yang menjamin mereka memilih untuk tetap bertahan ..
sekrang dunia semakin tua, semakin berubah semakin hina buat mereka yang tak pernah mengerti setiap napas mereka hanya di gunakan untuk mengeluh dan tak pernah menghargai waktu ..
ketika jalan buntu itu mengahadang hanya segelintir dari mereka yang dapat bertahan bahkan mereka sekalipun yang tau akan filsafat kehidupan , meraka yang tahu mereka mempunyai tuhan, mereka yang tau mereka mampunyai peluang untuk masih bisa bertahan . tak ada satupun yang menjamin mereka memilih untuk tetap bertahan ..
ketika satu titik kebuntuan itu menghadang semua kata, semua filosofi , tuhan
tak ada yang menjadi pegangan. Bahkan dari sebagian meraka Kematian adalah
pilihan.
terlalu banyak kata-kata bahkan berjuata kata yang otak kita cerna tanpa kita menjalankan satu persatu apa yg harus kita kerjakan setelah ini ...
yg kita tahu kita hanya merancang sedemikian perfeksionisnya tanpa kita fikir sejalankah tuhan dengan kita ?
itu terlalu kilse. Kita hidup untuk Pilihan. Pilih bagiakah ? atau hanya untuk Menyesali apa yg sudah terjadi dan terlalu berfikir keras bagaimana semua dapat kembali seperti apa yang sbelumnya .
Pilihanya hanya Satu!
Kita harus terus hidup dengan pilihan harus bahagia di tengah cobaan yg terus menerpa.
hidup ini terlalu singkat dan terlalu manis .
buka mata dunia kita tak selebar daun kelor .. berhenti ngejudge dirimu , berhenti terus berfikir jalan hanya satu hanya itu . cukup ! untuk terus memikirkan Harus bagaimana kita ? harus apa ? berhenti untuk terus merangkai semua sekenario kehidupan ! hey .. kita manusia kita bukan tuhan . kita gak bisa terus merancang dan hasilnya akan yeeea, seperti apa yg kita mau . tidak !
yang harus kita lakukan jalankan semua teori yang begitu menumpuk di benak kita
maksimalkan apa yang kamu lakukan, hanya tuhan yang memberi keputusan bersahabtlah denganya.
perlahan tapi pasti kita akan mengerti .. hidup kita bukan seperti mie instan . begitu mudah memasaknya. Begitu cepat kenyang dengan olahan mie sesingkat itu ...
hi .. kalian mau hidup kalian instan sperti mie itu sesingkat itu pula kalian hidup ?
gunung, kalian tau apa mudah kita mendaki sampai ke
puncak ? apa perjalanan sampai kepuncak itu semulus jalan raya ? siapa yang
mampu mebuat jalan mendaki semulus itu ? hahaaaa ..terlalu banyak kata-kata bahkan berjuata kata yang otak kita cerna tanpa kita menjalankan satu persatu apa yg harus kita kerjakan setelah ini ...
yg kita tahu kita hanya merancang sedemikian perfeksionisnya tanpa kita fikir sejalankah tuhan dengan kita ?
itu terlalu kilse. Kita hidup untuk Pilihan. Pilih bagiakah ? atau hanya untuk Menyesali apa yg sudah terjadi dan terlalu berfikir keras bagaimana semua dapat kembali seperti apa yang sbelumnya .
Pilihanya hanya Satu!
Kita harus terus hidup dengan pilihan harus bahagia di tengah cobaan yg terus menerpa.
hidup ini terlalu singkat dan terlalu manis .
buka mata dunia kita tak selebar daun kelor .. berhenti ngejudge dirimu , berhenti terus berfikir jalan hanya satu hanya itu . cukup ! untuk terus memikirkan Harus bagaimana kita ? harus apa ? berhenti untuk terus merangkai semua sekenario kehidupan ! hey .. kita manusia kita bukan tuhan . kita gak bisa terus merancang dan hasilnya akan yeeea, seperti apa yg kita mau . tidak !
yang harus kita lakukan jalankan semua teori yang begitu menumpuk di benak kita
maksimalkan apa yang kamu lakukan, hanya tuhan yang memberi keputusan bersahabtlah denganya.
perlahan tapi pasti kita akan mengerti .. hidup kita bukan seperti mie instan . begitu mudah memasaknya. Begitu cepat kenyang dengan olahan mie sesingkat itu ...
hi .. kalian mau hidup kalian instan sperti mie itu sesingkat itu pula kalian hidup ?
tentu bnyak juram-juram , kerikil, pepohanan rimbun begitu banyak binatang buas . yah itulah kita harus bener-benar bersusah payah melewati semuanya agar bisa sampai kepuncak dan hanya sedikit yang mampu mlewatinya yaaaa.. kalian mau menjadi mereka yg tertnggal dan hidup singkat ini sia-sia saja apa kalian mau bersusah payah tapi di atas sana begitu banyak kebahagian yg begitu luar biasa .
hidup ini proses, proses untuk menjadi lebih baik lagi agar kita pantas dirumah Tuhan yg bukan buat orang-orang yg mudah berputus asa tapi buat mereka yang mampu bersabar, iklas, dan terus berjalan tanpa menunduk tapi berbangga inilah hidupku !

0 komentar:
Posting Komentar