Kamis, 21 Februari 2013

pria di sudut kota sana :)

kepada pria yang menjadi agen langit dalam duniaku ..

Kamu adalah pria keras kepala dan aku wanita dengan perasa. Kita pasangan yang langka dan aneh.  Justru keanehan  itulah yang buatku percaya bahwa rindu memiliki jalan pulang. Jalanku pulang ada di hatimu. jujurku rindu memang terlalu rumit jika  dari jarak sejauh ini. ku tegaskan dalam hatiku tujuan akhirku adalah kembali ke rumahku, Kamu. Dalam jarak sejauh ini mungkinkah kita saling menadah tangan, untuk mendoakan satu sama lain? Dan akupun tak lagi paham saat-saat dingin mencekam kau tak lagi ada di sampingkun untuk menghangatkan. Aku tak lagi mengerti saat air mataku jatuh hanya ada tanganku bukan tanganmu hanya dengan sekedar kata “jangan menangis sayang, gak boleh cengeng” aku tak lagi bisa mendengarnya langsung dari bibirmu.
.... 
kamu adalah pria yang pertama kali menjadi sebab gerogi dan canggungku saat kamu mencium tanganku dengan lembut. Kamu adalah pria yang pertama meyakinkanku bahwa aku bebas memelukumu dengan hangat. Kamu adalah yang pertama, pertama kali mencuri saat aku berani menatap matamu kau mencium bibirku dan aku mematung kala itu. seseorang yang pertamakali mengajariku mengepakan sayap, juga seorang yang mematahkan sayap-sayapku.
....
pria keras kepala yang memiliki tempat special di sekat-sekat hatiku, dengan mencintaimu saja aku membutuhkan berbutir air mata jatuh di pipi, tapi aku tak pernah takut jika air mataku habis karenamu. Lalu bisa kau jelaskan padaku apa yang membuatku kekeh masih bertahan bersamamu?. Tak banyak pria atau hanya beberapa menungguku untuk memuliakan cintanya mengasihiku. Mereka membuat segalanya nampak sempurna untuku bahkan dulu ketika kita belum bersama, mereka selalu membuat bibirku melengkung tertawa karenanya. Hingga kini mereka masih menungguku. Kau hadir membawa sejuta tawa dan sederet luka tanpa bertanya, maukah aku? tapi aku masih setia mendampingmu. Aku masih saja ingin mebuat warna dalam dunia kita, berdongeng tentang jauh di sudut kota itu, ketika kita melihat bintang bersama :) duhai pria yang kini menjadi sepenggal tulang rusuku. Aku tak pernah mencari yang sempurna, hanya menginginkan seseorang yang tak pernah menyerah memperjuangkan cintaku.
....
kita terlalu sering mengabaikan bagaimana caranya tak melukai hati bersama-sama. Aku terlalu mempercayimu sehingga apapun yang menyubit hatiku tak pernah ku hiraukan dan kamu terlalu sibuk mencintaiku dan terlalu mudah takut kehilangan. Apa yang kau pikirkan? Mungkinakah aku pergi meninggalkanmu? Sedangkan kau yang pernah membuangku tanpa ku mengiayakanya, aku masih setia menunggumu dan berada di sampingmu hingga sekarang. Pantaskah kau meragukaan tentang rasa yang kumiliku untukmu? Sulitkah, kau membiarkanku mengepakan sayap mengenal berbagai macam orang di luar sana, tanpa kau seleksi ketat mereka akan berbaik hati atau menyakitiku. Tak perlu khawatir sayang, kamu sudah mengajariku banyak hal. termasuk bagaimana meniadakan air mata untuk rasa sakit yang luar biasa.aku tak secengeng dulu manangisi hal yang menyenggol lembut duniaku atau dunia kita.
....
dalam berbagai bentuk dan wujud dengan berbagai rasa dan aroma kita sudah melewati banya pasang-surutnya bagaimana tertawa dan terluka bersama-sama. Bisakah kau bilang cinta kita takan bertahan lama? Masih ragukah kau, aku dan kamu yang tak memiliki kesamaan tak pantas bersama hingga aku mengelus nisanmu, atau kamu yang akan mengelus nisanku? Jika nanti keadaan membangunkanmu dari sejuta mimpi yang kita bangun bersama untuk kau pergi lagi meninggalkanku dan kau buat kata bahawa “kita sudah tak cocok lagi untuk bersama?” lupakah kau dari awal kita memang tak memiliki kesamaan, tapi aku dan kamu selalu mencoba terus untuk menyamakan hingga kita sudah jalan sejauh ini. dan pantaskah? Kata-kata itu akan muncul untuk memisahkan? Perjalanan kita masih panjang. Aku tak bisa jika harus menapakinya seorang diri atau kau sebaliknya bukan, kita bisa jika bersama.  
....
untukmu pria yang saat ini terpisahkan ratusan kilo meter dariku. selama mata masih bisa melihat dunia, selama hati masih bisa mendengar denyut jantungmu selama itu juga aku akan tetap menunggumu dan mencintaimu. Kamu adalah topik saat aku berbincang dengan-Nya selain ibu dan ayahku. Dalam jarak ratusan kilometer aku tak pernah lupa merindukanmu, dalam titip terendah sekalipun aku masih berdiri di sampingmu, karna aku mau dan tuhan setuju. Jika jaraklah pengahalang nyata kita bertemu, bukankah kita masih bisa bermimpi? Temui saja aku tiap kau terlelap, aku selalu disana :) menunggumu.
   
 tertulis dengan sederhana
untukmu pria dalam banyak nama panggilan sayang dariku
aku Mencintaimu
Trias oktarina anggrayni Kekasihmu :)

0 komentar:

Posting Komentar