kepada pria yang menjadi agen langit dalam duniaku ..
Kamu
adalah pria keras kepala dan aku wanita dengan perasa. Kita pasangan yang
langka dan aneh. Justru keanehan itulah yang buatku percaya bahwa rindu
memiliki jalan pulang. Jalanku pulang ada di hatimu. jujurku rindu memang
terlalu rumit jika dari jarak sejauh
ini. ku tegaskan dalam hatiku tujuan akhirku adalah kembali ke rumahku, Kamu. Dalam
jarak sejauh ini mungkinkah kita saling menadah tangan, untuk mendoakan satu
sama lain? Dan akupun tak lagi paham saat-saat dingin mencekam kau tak lagi ada
di sampingkun untuk menghangatkan. Aku tak lagi mengerti saat air mataku jatuh
hanya ada tanganku bukan tanganmu hanya dengan sekedar kata “jangan menangis
sayang, gak boleh cengeng” aku tak lagi bisa mendengarnya langsung dari
bibirmu.
....
kamu adalah pria yang pertama kali menjadi sebab gerogi dan canggungku saat kamu
mencium tanganku dengan lembut. Kamu adalah pria yang pertama meyakinkanku
bahwa aku bebas memelukumu dengan hangat. Kamu adalah yang pertama, pertama
kali mencuri saat aku berani menatap matamu kau mencium bibirku dan aku
mematung kala itu. seseorang yang pertamakali mengajariku mengepakan sayap,
juga seorang yang mematahkan sayap-sayapku.
....
....
pria keras kepala yang memiliki tempat special di sekat-sekat hatiku, dengan mencintaimu
saja aku membutuhkan berbutir air mata jatuh di pipi, tapi aku tak pernah takut
jika air mataku habis karenamu. Lalu bisa kau jelaskan padaku apa yang
membuatku kekeh masih bertahan bersamamu?. Tak banyak pria atau hanya beberapa
menungguku untuk memuliakan cintanya mengasihiku. Mereka membuat segalanya
nampak sempurna untuku bahkan dulu ketika kita belum bersama, mereka selalu
membuat bibirku melengkung tertawa karenanya. Hingga kini mereka masih
menungguku. Kau hadir membawa sejuta tawa dan sederet luka tanpa bertanya, maukah
aku? tapi aku masih setia mendampingmu. Aku masih saja ingin mebuat warna dalam
dunia kita, berdongeng tentang jauh di sudut kota itu, ketika kita melihat
bintang bersama :) duhai pria yang kini menjadi sepenggal tulang rusuku. Aku
tak pernah mencari yang sempurna, hanya menginginkan seseorang yang tak pernah
menyerah memperjuangkan cintaku.
....
....
kita terlalu sering mengabaikan bagaimana caranya tak melukai hati bersama-sama. Aku terlalu
mempercayimu sehingga apapun yang menyubit hatiku tak pernah ku hiraukan dan
kamu terlalu sibuk mencintaiku dan terlalu mudah takut kehilangan. Apa yang kau
pikirkan? Mungkinakah aku pergi meninggalkanmu? Sedangkan kau yang pernah
membuangku tanpa ku mengiayakanya, aku masih setia menunggumu dan berada di
sampingmu hingga sekarang. Pantaskah kau meragukaan tentang rasa yang kumiliku
untukmu? Sulitkah, kau membiarkanku mengepakan sayap mengenal berbagai macam
orang di luar sana, tanpa kau seleksi ketat mereka akan berbaik hati atau
menyakitiku. Tak perlu khawatir sayang, kamu sudah mengajariku banyak hal.
termasuk bagaimana meniadakan air mata untuk rasa sakit yang luar biasa.aku tak
secengeng dulu manangisi hal yang menyenggol lembut duniaku atau dunia kita.
....
....
dalam berbagai bentuk dan wujud dengan berbagai rasa dan aroma kita sudah melewati
banya pasang-surutnya bagaimana tertawa dan terluka bersama-sama. Bisakah kau
bilang cinta kita takan bertahan lama? Masih ragukah kau, aku dan kamu yang tak
memiliki kesamaan tak pantas bersama hingga aku mengelus nisanmu, atau kamu
yang akan mengelus nisanku? Jika nanti keadaan membangunkanmu dari sejuta mimpi
yang kita bangun bersama untuk kau pergi lagi meninggalkanku dan kau buat kata
bahawa “kita sudah tak cocok lagi untuk bersama?” lupakah kau dari awal kita
memang tak memiliki kesamaan, tapi aku dan kamu selalu mencoba terus untuk
menyamakan hingga kita sudah jalan sejauh ini. dan pantaskah? Kata-kata itu
akan muncul untuk memisahkan? Perjalanan kita masih panjang. Aku tak bisa jika
harus menapakinya seorang diri atau kau sebaliknya bukan, kita bisa jika
bersama.
....
....
untukmu pria yang saat ini terpisahkan ratusan kilo meter dariku. selama mata masih
bisa melihat dunia, selama hati masih bisa mendengar denyut jantungmu selama
itu juga aku akan tetap menunggumu dan mencintaimu. Kamu adalah topik saat aku
berbincang dengan-Nya selain ibu dan ayahku. Dalam jarak ratusan kilometer aku
tak pernah lupa merindukanmu, dalam titip terendah sekalipun aku masih berdiri
di sampingmu, karna aku mau dan tuhan setuju. Jika jaraklah pengahalang nyata
kita bertemu, bukankah kita masih bisa bermimpi? Temui saja aku tiap kau
terlelap, aku selalu disana :) menunggumu.
tertulis dengan sederhana
untukmu pria dalam banyak nama panggilan sayang dariku
aku Mencintaimu
Trias oktarina anggrayni Kekasihmu :)
0 komentar:
Posting Komentar