Kamis, 21 Februari 2013

Selamat malam, Pangeran gula .


               
“Selamat malam pangeran gula, selamat tidur. Mimpi indah sayang”. Tak pernah bosan rasanya memberi ucapan penghantar untuknya tidur. Malam itu semua terasa manis bahkan lebih manis dari tebu sekalipun. Oh ya.. karna tebu juga ada yang tak manis bukan, jika ku bilang gula rasanya aku menipu.seperti malam biasanya aku menghabiskan waktu denganya, Kekasihku. Pria berinisial F yang menjadi topik hangat selama 8 bulan terakhir ini dalam dunia kecilku. Malam itu ku habiskan waktu denganya untuk Melihat bintang. Ya, aku sangat menyukai benda berkelip kelip yang terlihat kecil di langit luas tanpa batas itu. Tidak hanya melihatnya, berkhayal ingin menjadi putri andromeda salah satu bintang di langit sana berdongeng untuknya di bawah langit luas berimajinasi bebas  ke langit lepas tanpa batas. Dahulu kala,  zaman yunani kono di sebuah kerajaan yang entah apa namanya, tentang ratu eusophia ratu yang sombong karna kecantikanya dan kekayaanya membuat dewi laut marah den mengadukanya ke dewa neptunus dewa penguasa laut, hingga akhirnya dia murka. Neptunus  akan mengirim raksasa yang teramat besar dan badai dasyat sehingga Kerjaan itu akan hancur. ratu sangat takut, dan neptunus mempunyai satu permintaan jika kerajaan ingin tetap baik-baik saja. Sebagai jaminan putrinya yaitu putri andromeda yang akan menjadi jaminanya. putri ini sangat baik dia tak mau kerajaan menjadi hancur. Dia rela di korbakan dan munculah pangeran perseus pangeran yang berhasil mengalahkan raksasa itu dan menyelamatkan putri andromeda dan kerajaan. Putri andromeda jatuh hati kepada pangeran yang kesatria itu, mereka hidup bersama dan akhirnya putri andromeda dan pengeran perseus hidup bahagia. Yang konon katanya mereka menjadi bintang karna cinta meraka yang abadi hingga mati. Mereka bertiga bintang berderet di langit luas itu . ratu esophia, putri andromeda dan pangeran Perseus.  Dan kamu pangeranku. Pangeran durva bintang terang di laut kita. Yang kau beri nama Laut  bintang.
    ..
                Pagi adalah sisa-sisa mimpi malam yang tak menjadi nyata .. semalam apa yang kumimpikan? ah, tentu saja dia. Pria yang kucintai tak ada topik lain yang menarik selain dia. Samar ingatanku tantang mimpi semalam, tak begitu jelas tapi aroma tubuhnya yang sempat tercium di penghujung mimpiku begitu jelas terasa. aroma tubuhnya yang khas, bau sabun detol yang begitu melakat di hidungku. bau tubuhnya ya, Cuma dia yang memiliki bau sperti itu. 
             ..
Malam itu entah apa yang salah dari malam itu, bintang? Ya malam itu memang tak ada bintang satupun di langit luas itu. Ya, malam ituLangit lagi mendung. tapi Rasanya bukan karna bintang. Malam itu sangat jelas. Kita pergi berdua ke sebuah studio band, aku menemanimu bermain musik. Disana  tak hanya kita berdua, di studio itu kira-kira yang tak begitu luas di penuhi dengan berbagai alat musik, 2 kursi, 1 mic, 1 ac yang sudah menyala, aku tarik satu kursi itu. aku duduk di sudut tepat depan pintu di pojokan. aku bebas melihatnya memainkan drum tak hanya dia pokalis sekaligus pemegang gitar dan di seblahnya yang memegang bass. Dia menyuruhku merekam lagu yang sedang ia dan teman-temanya bawakan. Entah lagu apa itu? Band berasal dari mana? Aku tak pernah tau dan baru kali itu mendengarnya. cukup lama aku memperhatikan satu persatu dari mereka. Layar handphone yang menyala dan itu berasal dari handphonenya yang sedari tadi ku gengam. Entah, pesan dari siapa tak begitu ku hiraukan. aku buka satu persatu isi dalam handphone itu, tak ada rasa penasaran sedikitpun, Waktu itu biasa saja. perhatianku terbagi menjadi 2 sisi, alunan musik yang mereka bawakan dan handphonenya yang ku genggam sedari tadi. Aku  masih sibuk berkutik dengan handphonenya, ku buka  aplikasi yang menengger di layar utama. Yah, apalikasi yang bertuliskan Whatsapp dan Line salah satu media chating yang yang lumayan populer sekarang untuk kalangan smartphone tentunya. Entah apa yang ada di pikiranku malam itu mungkin agak sedikit ingin tahu obrolan apa yang ada di dalam 2 media chating itu, ku buka satu persatu-satu. Ya ya ya.. agak sedikit genit chatinganya dengan masyarakat dalam media itu. setelah beberapa obrolan satu-persatu aku baca dan ku habisan sisa-sisa percakapan dalam obrolan itu dengan iringan lagu dan taraaaa… dalam satu obrolan yang entah dengan siapa ia mengobrol dan apa yang mereka bahas aku sama sekali tidak ingin tau.  satu yang luar biasa mengejutkan, percakapan tentang aku dan salah satu wanita lain didalamnya. Ia, wanita lain yang sempat hadir di dunianya terang tulisan itu jelas di percakapan mereka.  Jelas sakali ingatanku tentang percakapan meraka. Wanita lain? Ah, Aku tak percaya! Cepat-cepat ku close aplikasi itu. Ku taruh handphonenya di atas tasku yang tergeletak di lantai. Senyumku yang entah apakah aku sempat tersenyum tadi, aku lupa! Apa yang harus aku lakukan, aku tak percaya dia mengkhianatiku, ah bodoh sekali. Kenapa aku ini? Suara drum yang begitu keras, gitar,bass dan suara lirik perlirik lagu yang menari-nari lepas dalam ruangan sempit itu. ah terserah! apapun suara dalam ruangan itu tak terdengar lagi sekarang, ruangan itu sunyi sekali rasanya. Air mataku mau tumpah, tak mungkin aku menangis dalam ruangan sempit itu. Semakin terasa sempit rasanya ruangan itu semakin tak terasa dinginya jemari-jemariku yang membeku, Aku merasa panas. Ya, hati dan pikiranku yang liar seketika mendidih entah apa yang sedang aku pikirkan dan rasakan. Rasanya sangat panas dan sakit sekali. Terasa sesak didada entah aku tak bisa bernapas rasanya saat itu.
..
Ah, terlalu cepat kau menyakitiku lagi. Ada apa ini? apa salahku yang begitu besar sehingga kau begitu mudah tak memirkan hal-hal yang bisa melukaiku. Apa aku tak begitu berharga buatmu? Sehingga begitu mudah kau lakukan apa yang kau mau? Sebisa mungkin ku tahan air mata ini. air mata yang kesekian kalinya untukmu. Sepanjang perjalanan pulang sebisaku mebuat keadaan seperti biasa. Tak begitu sulit, tapi kau begitu peka menanyakan apa yang terjadi padaku. perlahan aku bisa meyakinkannya bahwa keadaan baik-baik saja malam itu. Ya cukup baik detik itu aku berusaha sekuat tenaga Terseyum terhadapmu, Ia terseyum untukmu. Tumpah air mataku ketika sisa-sisa suara gas motornya meninggalkan ku. cepat-cepat ku buka pintu rumah, tak ku hiraukan sambutan orang-orang dalam rumah. Ah, Tak peduli rasanya. Masa bodoh dengan malam ini. aku hanya ingin nangis, sepuasku! Semauku!
..
Cepat-cepat ku keluarkan handphoneku yang tak kuhiraukan sejam lalu. ah sial, tak bisa berhenti air mataku. Jemariku sibuk mengetik salah satu nama dalam handpone itu. Pria berinisial H, entah saudaranya dan bisa di bilang sahabatnya sekaligus teman satu sekolahnya Yang pasti aku bisa mendapatkan informasi yang akurat darinya. Ya, aku mau menanyakan semuanya, semua yang menurutku tak benar, dia tak mengkhianatiku. Ku ketik apapun yang ada dalam otaku. Semuanya! Ya semuaya! Yang ingin ku tanyakan. Dia tak mau mengakui, dia tak membenarkan, di pura-pura buta akan keadaan yang jelas pasti ia ketahui. Tak ayah, usahaku meyakinkanya, bahwa aku tak apa jika benar. Dan akhirnya, terangnya dalam pesan itu. Dia pria yang kucintai, pria yang berhasil menarik semua perhatianku selama 8 bulan lalu. Ia, di mengkhianatiku! dia benar-benar membuatku ingin mati rasa sekarang! Ah, apa yang harus ku lakukan, apa bisa ku bilang ia mengkhianatiku? Tapi, sebulan lalu ia memutuskan untuk tak memeprjuangkanku. Apa karna wanita itu ia berhenti mencintaiku? Siapa namanya? Aku ingin tahu bagaimana dia berhasil menarik seluruh perhatianmu dariku. Menari-nari bebas peracapakan dalam salah satu media chating itu dalam pikiranku. Air mataku sudah tak terisak lagi, bahkan rasa sakit di dada aku tak bisa merasakanya . Ah, bahkan jika kau menamparku saat itu mungkin hanya geli yang kurasa, luka yang kau beri benar-benar lebih dari cukup.Jelas sekali percakapan itu bertriak sesukanya dalam telingaku “ia memutuskan wanita itu setelah berhasil memelukku kembali” Ya, dia berhasil meyakinkanku 2minggu lalu dan kembali memelukku. Dimana  sebulan sebelumnya tepat di penghujung tahun dia memutuskanku. pulau java yaitu pulau yang berhasil memisahkanku denganya sekaligus pulau dimana aku mencari ilmu. Ya,Aku mahasiswa kebidanan dari salah satu sekolah tinggi di jogjakarta, aku wanita berinisial T berasal dari borneo, tepatnya kota kecil yang bernama Bontang,kalimantan timur.
 ..
 Tak ku pedulikan rasa sakitnya saat kau berhenti memperjuangkanku dahulu, tak ku hiraukan semua orang yang menghardiku, tak benar kau menyayangiku. tak ku hiraukan logikaku tak memeprcaimu lagi, ku tutup rapat-rapat telinga dan mataku, tak peduli kelak kau akan menyakitiku lagi, tak peduli sama semua janji yang kau punya untuku yang tak satupun kau tepati, tak peduli dengan komitmen kita, jika putus tak akan kembali. Tak pernah aku Peduli apapun yang MENYAKITIKU! Tak pernah aku peduli itu sayang, sungguh. Yang aku tahu malam itu, kamu ada di hadapanku dan aku bebeas memelukmu lagi, melepas rindu yang terlalu lama ku simpan sendiri. 2 minggu lalu, itu baru 2 minggu lalu sayang kau berhasil meyakinkanku. Aku hanya bingung, apa aku ini di manfaatkan atau dipermainkan olehmu? Kuharap tidak begitu, jika memang begitu pasti akan ada balasan yang pantas untukmuJ dulu dan sekarang ada perbedaan aku tahu itu. aku sadar dan aku peka akan hal itu, tapi aku diam dan berharap semua indah pada waktunya J Dan sekarang, Ah! kau jahat sekali malam ini.  Kau sengaja menyakitiku lagi, apa yang harus aku lakukan? Bebas memarahimu? Lalu Apa yang bisa ku dapat, sembuhkah lukaku dengan memearahimu? Tidak! Lalu bagaimana dengan wanita itu, bagaimana dengan lukanya? ooh tuhan! Dia tak hanya menyakitiku ada wanita lain di luar sana yang lebih terluka dariku, bahkan karna aku. 
..
Apa karna aku terlalu sibuk dengan duniaku sehingga aku melupakanmu. oh ya, apakah seperti it? Oh, atau kamu yang lupa aku menyayangimu. Oh ia, atau aku yang lupa bilang, aku sayang kamu. Gak!! aku gak pernah lupa!! Aku masih mengingat semuanya. Semua masih begitu jelas. Aku gak pernah lupa, gimana kamu bilang cinta ke aku, gimana waktu pertama kali kamu bebas mencuri seluruh perhatianku, hingga kamu dan aku menjadi kita. Ia aku terlalu mencintaimu. Hingga aku lupa rasanya sakit itu seperti apa, Hingga aku buta apapun hal yang menyakitiku. Ya, kamu. Ah! OMONG KOSONG!! Andai ada kata-kata yang lebih kejam dari Membencimu. Sumpah demi Tuhan! Aku benci semua Perhatianmu, aku benci kamu mencintaiku dengan cara yang salah. aku benci kamu Mengkhianatiku. duniaku sudah tak tertata rapi seperti biasanya, liad betapa berantakannya sekarang. Apa kamu belum puas? Kenapa kau begitu kejam menghamburnya lagi! lagi lagi kau secara sengaja mengubrak-abrik dunia kecilku itu. Aku lelah jika harus terus-terusan merapikanya sedirian tanpamu. Tolong rapikan kembali duniaku, tolong :’(
..
Sayang, apa bahagia dalam persepsimu adalah seperti itu? berbuat apapun yang kau mau bahkan jika itu menyakitiku, kau tak peduli. Ia benar seperti itu ?? tak pernah aku lupa kemarahan-kemaranmu padakau dulu. Jika di bandingkan dengan semua kelasahanmu yang pernah kau beri untuku, itu tak ada apa-apanya. Kesalahanku hanya segelintir luka yang tak seberapa perih seperti yang kurasa sekarang. Jelas kau membatasi semua garak-geriku dahulu, apapun itu kau yang mengaturnya, Aku lah bonekamu. Tanpa kau lakukan itu sebenarnya kaupun tau aku takan berbuat yang bisa melukaimu. Kau tau aku takan melakukan hal-hal yang kau takuti dalam pikiranmu itu. Atau sebaliknya, karna kau yang melakukanya sehingga sedemikian rupa kau menjadi navigator dalam duniaku. Karna kau tak ingin aku melakukan hal yang sama sepertimu, ia seperti itu ? kalaupun ia, tak mungkin aku melakukan hal yang sama, kamu tau wanita seperti apa, bonekamu ini. tak mungkin aku melakukan hal hina itu, oh sayang, langit sekosong apa lagi yang kau cari? Bumi sesunyi apa lagi yang igin kau singgahi, dunia seperti apa lagi yang ingin kau miliki. Kenapa? Tak cukup hanya aku, kenapa?? Jika benar, tanpa aku langitmu masih biru, lalu untuk apa aku berada di sampingmu sekarang? Apa ini salahku membiarkanmu kembali lagi memeluku, ia? Ini salahku  Sehingga kau memutuskan wanita itu wanita pelarianmu dariku dan tertawa lagi bersamaku. Apa seperti itu caramu membuatku bahagia? Kenapa kau senang sekali mengajaku kesana-kemari membuat tawa sekaligus luka secara bersamaan. Bahkan tak hanya aku, kau melibatkan wanita lain di dalamnya. Kenapa? Oh ia, seharusnya aku sadar dari awal, kau hanya ingin memeilikiku, yang kau tau kau menyayangiku tapi tak tau bagaimana memeperlakukanku. Ia,  kau hanya ingin senang-senang di masa remajamu dan bermain-main dengan duniaku. Aku lupa! Dan aku begitu serius menjalaninya denganmu. Ia, lagi lagi aku yang salah mengartikan semuanya. Ini salahku!
..
Entah apa malam ini aku bisa bermain denganmu dalam mimpi, untuk tidur saja aku tak berani. Aku takut jika aku kembali bermimpi kau akan pergi atau aku yang akan meninggalkanmu kali ini. aku tak berani, sungguh. Aku benar-benar tak habis pikir. Bahkan aku tak bisa mengingat siapa namamu malam ini? siapa kau sebenarnya dalam duniaku? aku tak pernah tau apa mau mu. Aku juga tak pernah tau apa maksudmu. Sebegitu senangkah kamu saat tau aku terluka? Tak akan ku biarkan kali ini kamu mengetahui hatiku saat ini seperti apa bentuknya dan masih berwujudkah. Bahkan kali ini aku tak mau penjelasan apapun darimu. Tak sedikitpun aku mau dengar alasan kenapa kau, buat wanita itu menjadi duniamu selain aku. Alasan sebagus apapaun itu tak bisa menutupi, aku terluka karna mencintaimu. tak masalah dengan wanita itu. liar pikiranku, kau bisa saja melakukan hal itu terhadapnya, tak menutup kemungkinan nanti kau akan memperlakukanku sama seperti wanita itu. Lebih baik begini, kau baik-baik saja dan aku terluka. Benar, aku mulai gila karna aku terlalu mencintamu. Aku benar-benar merasa gila kali ini. semua terlihat seperti biasanya untukmu. Ucapan sayang di penghujung malam seperti biasanya. Masih memanggilmu dengan kata sayang. Bahkan rasanya tak pantas itu kusebutkan lagi untukmu dan malam ini akan segera habis yang kamu tahu sayang, ini tanggal 8 dan esok tanggal 9 adalah hari jadi kita. Dan kau sama sekali tak peduli, tak ada ucapan manis untuku, tak ada kissnight seperti biasanya malam itu dalam pesanmu. Tak peduli Dengan semua yang special di duniaku. Apa ini surprise darimu? sangat sempurna rasanya kali ini untuku. Dan pada akhirnya kamu akan paham sayang, tidak ada seorangpun yang bisa mencintaimu dengan sangat sabar, selain aku. Andai aku bisa membaca semua apapun yang kamu pikirkan, mungkin sekarang aku tau harus lanjut mencintaimu? Atau berhenti mencintaimu? 
..
Selamat malam, pangeran gula” Ah, aku begitu merindukanmu malam ini. aku mencintaimu.
 Saturday, februari 9. 3:42 waktu borneo
Trias oktarina 

0 komentar:

Posting Komentar