selamat malam langit sendu dalam gelap yang sedang merintih derai hujan..
manusia itu muncul lagi.
dia tak berwujud atau menampakan diri di kedua mataku atau mendengarkan suaranya di kedua telingaku.
dia datang melalui pesan, pesan suara yang dilalui beberapa kilo meter atau bahkan ribuan
ah! aku tak peduli sama sekali tentang pesan itu..
sungguh aku berani sumpah!!
tak ada rasa sedih ataupun bahagia saat mendangarnya, bahkan untuk tersenyum saja aku tak mau.
entah.. aku mati rasa denganya atau aku mulai muak dengan semua keadaan yang memaksaku untuk tak peduli lagi dengan semua apapun itu tentangnya !
jujurku untuk mengakui aku tak mencintainya, itu muastahil untuk waktu secepat ini.
tapi untuk mengakui aku mencintainya, aku tak bisa menjanjikan apapun.
bahkan untuk merasakan apa yang aku rasa saat ini saja aku tak bisa, tak bisa berkata jujur tentang apapun yang aku rasa.
tapi yang pasti aku tau. aku cukup lelah untuk semua kejadian yang berangsur-asur tak membuahkan hasil jika aku harus memperjuangkanya ulang. mengulang semuanya lagi dari awal, hah? aku tak mau!
jauh di sudut-sudut hati itu ada yang bertriak ia ingin bebas. bebas lagi memiliki dunia yang dulu sempat hilang sepihak.
tapi rasa takut dan cemas yang terus menghantui memenuhi semua sudut bahkan celah sekecil apapun tak bisa di tutupi untuk tak lagi mengulang 12 bulan itu.
tapi, untuk membencinya itu seperti melawan gravitasi bumi.
melayang, terjatuh tapi tak sakit, berdiri tapi tak bisa, sulit !
manusia itu muncul lagi.
dia tak berwujud atau menampakan diri di kedua mataku atau mendengarkan suaranya di kedua telingaku.
dia datang melalui pesan, pesan suara yang dilalui beberapa kilo meter atau bahkan ribuan
ah! aku tak peduli sama sekali tentang pesan itu..
sungguh aku berani sumpah!!
tak ada rasa sedih ataupun bahagia saat mendangarnya, bahkan untuk tersenyum saja aku tak mau.
entah.. aku mati rasa denganya atau aku mulai muak dengan semua keadaan yang memaksaku untuk tak peduli lagi dengan semua apapun itu tentangnya !
jujurku untuk mengakui aku tak mencintainya, itu muastahil untuk waktu secepat ini.
tapi untuk mengakui aku mencintainya, aku tak bisa menjanjikan apapun.
bahkan untuk merasakan apa yang aku rasa saat ini saja aku tak bisa, tak bisa berkata jujur tentang apapun yang aku rasa.
tapi yang pasti aku tau. aku cukup lelah untuk semua kejadian yang berangsur-asur tak membuahkan hasil jika aku harus memperjuangkanya ulang. mengulang semuanya lagi dari awal, hah? aku tak mau!
jauh di sudut-sudut hati itu ada yang bertriak ia ingin bebas. bebas lagi memiliki dunia yang dulu sempat hilang sepihak.
tapi rasa takut dan cemas yang terus menghantui memenuhi semua sudut bahkan celah sekecil apapun tak bisa di tutupi untuk tak lagi mengulang 12 bulan itu.
tapi, untuk membencinya itu seperti melawan gravitasi bumi.
melayang, terjatuh tapi tak sakit, berdiri tapi tak bisa, sulit !
0 komentar:
Posting Komentar