Senin, 08 Juli 2013

lembar 1 halaman

di tiap lapisan ingatan yang mulai lenyap perlahan menghapus jejak-jejaknya.
mengulang semua cerita tentang spesifik pria dalam ingatan yang tak pernah pergi secepat pelangi setelah membiaskan warnanya.. di lantai-lantai langit itu seorang pria yang lama menjadi dunia dalam ingatan meninggalkan jejak sangat melekat sulit, sangat sulit untuk di hapus.
Pria dalam nama yang kini sulit untuk di Eja.
terus terang, aku mengingatmu malam ini.
detak jantung yang saling beradu cepat, menakutkan dan sangat merdu.
mata yang penuh cinta dalam banyak tanya yang terus membisu.
aroma tubuh yang membekas di penciuman sangat sulit untuk tak di rindukan.
karena ingatan itu datang tanpa meminta ijin sebelumnya.
jujur saja, itu semua menguras tenaga.
karna semunya begitu manis untuk tak di teruskan jika hanya membuka
lembar 1 halaman..
dengan perasaan sangat menyiksa aku buka semua lembar demi lembar.
mengingatmu itu menyenangkan.
tapi tumpukan bantal-bantal yang selalu basah itu tak pernah bisa menipu.
aku masih saja luka tanpa aku menyadarinya.
dan seharusnya jika aku teramat merindukanmu aku tak memaksa mebuka semua halaman
yang seharusnya aku lenyapkan.
dan cukup membuka lembar 1 halaman.



0 komentar:

Posting Komentar