Hi, laut biru.. sebesar apa lagi ombak yang kau tawarkan nanti padaku?
aku tak pernah takut bahkan menyerah?
sampai kau yang lelah memberiku ombak dan kau yang menyerah !!
karangnya makin besar ombaknya makin kuat.. tapi aku lelah. ia aku lelah..
liat aku karangnya mulai bolong-bolong. palngton-plangton kecil itu merayapinya merka tak lagi kecil.
"aku lelah"
di saat-saat seperti ini aku butuh tangan yang mengusap pipiku, oh ia dia jauh.
setidaknya tenangkan saja aku bantu aku berdiri jangan pura-pura tak tau aku terjatuh dan membiarkanku bangkit seorang diri.
ketika aku merasa ada pembatas dalam ritme cinta yang selalu terjaga, seharusnya pekalah.
yakinkan aku semua masih sama.
semua akan baik-baik saja. tuntutanku terlalu banyak ia?
aku tak pernah meminta aku hanya berkata tak di penuhi pun aku tak pernah marah.
ia kan saja buatku tersenyum untukmu. itu saja cukup :"
diam.. ia aku selalu diam tiap kali kemarahan datang dan membiarkanya meredam sendirian.
aku selalu diam apapun yang terjadi aku mencoba diam tak peduli tapi itu kamu.
kamu selalu diam membiarkanku mencari jawaban seorang diri..
kamu selalu diam ketika keadaan meburuk hanya memilih dian tanpa kabar..
aku bukan kamu.. bukan !
mengertimu itu rumit.. membuatku sulit meniadakan rasa kalau aku terlalu mencintamu. ajari aku spertimu. yang biasa dan acuh untuk segalanya. ajari aku !
aku hanya cemburu dengan orang-orang di sekitarmu.
aku cemburu kepada mereka yang setiap saat dapat beretmu denganmu tanpa terhalang jarak dan waktu.
demi Tuhan aku cemburu kepada meraka yang bisa menikmati setiak lengkung senyummu.. mendengar geliak tawamu..
dan aku cemburu kepada orang di sekelilingmu yang bebas memakai waktumu untukku.
katakan pada mereka AKU MENCEMBURUINYA!





