“Selamat
malam pangeran gula, selamat tidur. Mimpi indah sayang”. Tak pernah bosan
rasanya memberi ucapan penghantar untuknya tidur. Malam itu semua terasa manis
bahkan lebih manis dari tebu sekalipun. Oh ya.. karna tebu juga ada yang tak
manis bukan, jika ku bilang gula rasanya aku menipu.seperti malam biasanya aku
menghabiskan waktu denganya, Kekasihku. Pria berinisial F yang menjadi topik
hangat selama 8 bulan terakhir ini dalam dunia kecilku. Malam itu ku habiskan waktu
denganya untuk Melihat bintang. Ya, aku sangat menyukai benda berkelip kelip
yang terlihat kecil di langit luas tanpa batas itu. Tidak hanya melihatnya,
berkhayal ingin menjadi putri andromeda salah satu bintang di langit sana berdongeng
untuknya di bawah langit luas berimajinasi bebas ke langit lepas tanpa batas. Dahulu kala, zaman yunani kono di sebuah kerajaan yang
entah apa namanya, tentang ratu eusophia ratu yang sombong karna kecantikanya dan
kekayaanya membuat dewi laut marah den mengadukanya ke dewa neptunus dewa
penguasa laut, hingga akhirnya dia murka. Neptunus akan mengirim raksasa yang teramat besar dan badai
dasyat sehingga Kerjaan itu akan hancur. ratu sangat takut, dan neptunus
mempunyai satu permintaan jika kerajaan ingin tetap baik-baik saja. Sebagai
jaminan putrinya yaitu putri andromeda yang akan menjadi jaminanya. putri ini
sangat baik dia tak mau kerajaan menjadi hancur. Dia rela di korbakan dan munculah
pangeran perseus pangeran yang berhasil mengalahkan raksasa itu dan
menyelamatkan putri andromeda dan kerajaan. Putri andromeda jatuh hati kepada
pangeran yang kesatria itu, mereka hidup bersama dan akhirnya putri andromeda dan pengeran perseus
hidup bahagia. Yang konon katanya mereka menjadi bintang karna cinta meraka
yang abadi hingga mati. Mereka bertiga bintang berderet di langit luas itu . ratu
esophia, putri andromeda dan pangeran Perseus. Dan kamu pangeranku. Pangeran durva bintang terang
di laut kita. Yang kau beri nama Laut bintang.
..
Pagi adalah sisa-sisa mimpi malam yang tak menjadi
nyata .. semalam apa yang kumimpikan? ah, tentu saja dia. Pria yang kucintai
tak ada topik lain yang menarik selain dia. Samar ingatanku tantang mimpi
semalam, tak begitu jelas tapi aroma tubuhnya yang sempat tercium di penghujung
mimpiku begitu jelas terasa. aroma tubuhnya yang khas, bau sabun detol yang
begitu melakat di hidungku. bau tubuhnya ya, Cuma dia yang memiliki bau sperti
itu.
..
Malam
itu entah apa yang salah dari malam itu, bintang? Ya malam itu memang tak ada
bintang satupun di langit luas itu. Ya, malam ituLangit lagi mendung. tapi Rasanya
bukan karna bintang. Malam itu sangat jelas. Kita pergi berdua ke sebuah studio
band, aku menemanimu bermain musik. Disana
tak hanya kita berdua, di studio itu kira-kira yang tak begitu luas di
penuhi dengan berbagai alat musik, 2 kursi, 1 mic, 1 ac yang sudah menyala, aku
tarik satu kursi itu. aku duduk di sudut tepat depan pintu di pojokan. aku bebas
melihatnya memainkan drum tak hanya dia pokalis sekaligus pemegang gitar dan di
seblahnya yang memegang bass. Dia menyuruhku merekam lagu yang sedang ia dan
teman-temanya bawakan. Entah lagu apa itu? Band berasal dari mana? Aku tak
pernah tau dan baru kali itu mendengarnya. cukup lama aku memperhatikan satu
persatu dari mereka. Layar handphone yang menyala dan itu berasal dari handphonenya
yang sedari tadi ku gengam. Entah, pesan dari siapa tak begitu ku hiraukan. aku
buka satu persatu isi dalam handphone itu, tak ada rasa penasaran sedikitpun,
Waktu itu biasa saja. perhatianku terbagi menjadi 2 sisi, alunan musik yang
mereka bawakan dan handphonenya yang ku genggam sedari tadi. Aku masih sibuk berkutik dengan handphonenya, ku
buka aplikasi yang menengger di layar
utama. Yah, apalikasi yang bertuliskan Whatsapp dan Line salah satu media
chating yang yang lumayan populer sekarang untuk kalangan smartphone tentunya.
Entah apa yang ada di pikiranku malam itu mungkin agak sedikit ingin tahu
obrolan apa yang ada di dalam 2 media chating itu, ku buka satu persatu-satu.
Ya ya ya.. agak sedikit genit chatinganya dengan masyarakat dalam media itu. setelah
beberapa obrolan satu-persatu aku baca dan ku habisan sisa-sisa percakapan
dalam obrolan itu dengan iringan lagu dan taraaaa… dalam satu obrolan yang
entah dengan siapa ia mengobrol dan apa yang mereka bahas aku sama sekali tidak
ingin tau. satu yang luar biasa mengejutkan,
percakapan tentang aku dan salah satu wanita lain didalamnya. Ia, wanita lain
yang sempat hadir di dunianya terang tulisan itu jelas di percakapan mereka. Jelas sakali ingatanku tentang percakapan
meraka. Wanita lain? Ah, Aku tak percaya! Cepat-cepat ku close aplikasi itu. Ku
taruh handphonenya di atas tasku yang tergeletak di lantai. Senyumku yang entah
apakah aku sempat tersenyum tadi, aku lupa! Apa yang harus aku lakukan, aku tak
percaya dia mengkhianatiku, ah bodoh sekali. Kenapa aku ini? Suara drum yang
begitu keras, gitar,bass dan suara lirik perlirik lagu yang menari-nari lepas dalam
ruangan sempit itu. ah terserah! apapun suara dalam ruangan itu tak terdengar
lagi sekarang, ruangan itu sunyi sekali rasanya. Air mataku mau tumpah, tak
mungkin aku menangis dalam ruangan sempit itu. Semakin terasa sempit rasanya
ruangan itu semakin tak terasa dinginya jemari-jemariku yang membeku, Aku merasa
panas. Ya, hati dan pikiranku yang liar seketika mendidih entah apa yang sedang
aku pikirkan dan rasakan. Rasanya sangat panas dan sakit sekali. Terasa sesak
didada entah aku tak bisa bernapas rasanya saat itu.
..
Ah,
terlalu cepat kau menyakitiku lagi. Ada apa ini? apa salahku yang begitu besar
sehingga kau begitu mudah tak memirkan hal-hal yang bisa melukaiku. Apa aku tak
begitu berharga buatmu? Sehingga begitu mudah kau lakukan apa yang kau mau?
Sebisa mungkin ku tahan air mata ini. air mata yang kesekian kalinya untukmu.
Sepanjang perjalanan pulang sebisaku mebuat keadaan seperti biasa. Tak begitu
sulit, tapi kau begitu peka menanyakan apa yang terjadi padaku. perlahan aku
bisa meyakinkannya bahwa keadaan baik-baik saja malam itu. Ya cukup baik detik
itu aku berusaha sekuat tenaga Terseyum terhadapmu, Ia terseyum untukmu. Tumpah
air mataku ketika sisa-sisa suara gas motornya meninggalkan ku. cepat-cepat ku
buka pintu rumah, tak ku hiraukan sambutan orang-orang dalam rumah. Ah, Tak
peduli rasanya. Masa bodoh dengan malam ini. aku hanya ingin nangis, sepuasku!
Semauku!
..
Cepat-cepat
ku keluarkan handphoneku yang tak kuhiraukan sejam lalu. ah sial, tak bisa
berhenti air mataku. Jemariku sibuk mengetik salah satu nama dalam handpone
itu. Pria berinisial H, entah saudaranya dan bisa di bilang sahabatnya
sekaligus teman satu sekolahnya Yang pasti aku bisa mendapatkan informasi yang
akurat darinya. Ya, aku mau menanyakan semuanya, semua yang menurutku tak benar,
dia tak mengkhianatiku. Ku ketik apapun yang ada dalam otaku. Semuanya! Ya
semuaya! Yang ingin ku tanyakan. Dia tak mau mengakui, dia tak membenarkan, di
pura-pura buta akan keadaan yang jelas pasti ia ketahui. Tak ayah, usahaku
meyakinkanya, bahwa aku tak apa jika benar. Dan akhirnya, terangnya dalam pesan
itu. Dia pria yang kucintai, pria yang berhasil menarik semua perhatianku
selama 8 bulan lalu. Ia, di mengkhianatiku! dia benar-benar membuatku ingin
mati rasa sekarang! Ah, apa yang harus ku lakukan, apa bisa ku bilang ia
mengkhianatiku? Tapi, sebulan lalu ia memutuskan untuk tak memeprjuangkanku.
Apa karna wanita itu ia berhenti mencintaiku? Siapa namanya? Aku ingin tahu
bagaimana dia berhasil menarik seluruh perhatianmu dariku. Menari-nari bebas peracapakan
dalam salah satu media chating itu dalam pikiranku. Air mataku sudah tak
terisak lagi, bahkan rasa sakit di dada aku tak bisa merasakanya . Ah, bahkan
jika kau menamparku saat itu mungkin hanya geli yang kurasa, luka yang kau beri
benar-benar lebih dari cukup.Jelas sekali percakapan itu bertriak sesukanya
dalam telingaku “ia memutuskan wanita itu setelah berhasil memelukku kembali” Ya,
dia berhasil meyakinkanku 2minggu lalu dan kembali memelukku. Dimana sebulan sebelumnya tepat di penghujung tahun
dia memutuskanku. pulau java yaitu pulau yang berhasil memisahkanku denganya
sekaligus pulau dimana aku mencari ilmu. Ya,Aku mahasiswa kebidanan dari salah
satu sekolah tinggi di jogjakarta, aku wanita berinisial T berasal dari borneo,
tepatnya kota kecil yang bernama Bontang,kalimantan timur.
..
Tak ku pedulikan rasa sakitnya saat kau
berhenti memperjuangkanku dahulu, tak ku hiraukan semua orang yang menghardiku,
tak benar kau menyayangiku. tak ku hiraukan logikaku tak memeprcaimu lagi, ku
tutup rapat-rapat telinga dan mataku, tak peduli kelak kau akan menyakitiku
lagi, tak peduli sama semua janji yang kau punya untuku yang tak satupun kau
tepati, tak peduli dengan komitmen kita, jika putus tak akan kembali. Tak
pernah aku Peduli apapun yang MENYAKITIKU! Tak pernah aku peduli itu sayang,
sungguh. Yang aku tahu malam itu, kamu ada di hadapanku dan aku bebeas memelukmu
lagi, melepas rindu yang terlalu lama ku simpan sendiri. 2 minggu lalu, itu
baru 2 minggu lalu sayang kau berhasil meyakinkanku. Aku hanya bingung, apa aku
ini di manfaatkan atau dipermainkan olehmu? Kuharap tidak begitu, jika memang
begitu pasti akan ada balasan yang pantas untukmuJ
dulu dan sekarang ada perbedaan aku tahu itu. aku sadar dan aku peka akan hal
itu, tapi aku diam dan berharap semua indah pada waktunya J Dan sekarang, Ah! kau
jahat sekali malam ini. Kau sengaja
menyakitiku lagi, apa yang harus aku lakukan? Bebas memarahimu? Lalu Apa yang
bisa ku dapat, sembuhkah lukaku dengan memearahimu? Tidak! Lalu bagaimana
dengan wanita itu, bagaimana dengan lukanya? ooh tuhan! Dia tak hanya
menyakitiku ada wanita lain di luar sana yang lebih terluka dariku, bahkan
karna aku.
..
Apa karna
aku terlalu sibuk dengan duniaku sehingga aku melupakanmu. oh ya, apakah
seperti it? Oh, atau kamu yang lupa aku menyayangimu. Oh ia, atau aku yang lupa
bilang, aku sayang kamu. Gak!! aku gak pernah lupa!! Aku masih mengingat
semuanya. Semua masih begitu jelas. Aku gak pernah lupa, gimana kamu bilang
cinta ke aku, gimana waktu pertama kali kamu bebas mencuri seluruh perhatianku,
hingga kamu dan aku menjadi kita. Ia aku terlalu mencintaimu. Hingga aku lupa
rasanya sakit itu seperti apa, Hingga aku buta apapun hal yang menyakitiku. Ya,
kamu. Ah! OMONG KOSONG!! Andai ada kata-kata yang lebih kejam dari Membencimu.
Sumpah demi Tuhan! Aku benci semua Perhatianmu, aku benci kamu mencintaiku dengan
cara yang salah. aku benci kamu Mengkhianatiku. duniaku sudah tak tertata rapi
seperti biasanya, liad betapa berantakannya sekarang. Apa kamu belum puas?
Kenapa kau begitu kejam menghamburnya lagi! lagi lagi kau secara sengaja
mengubrak-abrik dunia kecilku itu. Aku lelah jika harus terus-terusan
merapikanya sedirian tanpamu. Tolong rapikan kembali duniaku, tolong :’(
..
Sayang,
apa bahagia dalam persepsimu adalah seperti itu? berbuat apapun yang kau mau
bahkan jika itu menyakitiku, kau tak peduli. Ia benar seperti itu ?? tak pernah
aku lupa kemarahan-kemaranmu padakau dulu. Jika di bandingkan dengan semua
kelasahanmu yang pernah kau beri untuku, itu tak ada apa-apanya. Kesalahanku
hanya segelintir luka yang tak seberapa perih seperti yang kurasa sekarang.
Jelas kau membatasi semua garak-geriku dahulu, apapun itu kau yang mengaturnya,
Aku lah bonekamu. Tanpa kau lakukan itu sebenarnya kaupun tau aku takan berbuat
yang bisa melukaimu. Kau tau aku takan melakukan hal-hal yang kau takuti dalam
pikiranmu itu. Atau sebaliknya, karna kau yang melakukanya sehingga sedemikian
rupa kau menjadi navigator dalam duniaku. Karna kau tak ingin aku melakukan hal
yang sama sepertimu, ia seperti itu ? kalaupun ia, tak mungkin aku melakukan
hal yang sama, kamu tau wanita seperti apa, bonekamu ini. tak mungkin aku
melakukan hal hina itu, oh sayang, langit sekosong apa lagi yang kau cari? Bumi
sesunyi apa lagi yang igin kau singgahi, dunia seperti apa lagi yang ingin kau
miliki. Kenapa? Tak cukup hanya aku, kenapa?? Jika benar, tanpa aku langitmu
masih biru, lalu untuk apa aku berada di sampingmu sekarang? Apa ini salahku
membiarkanmu kembali lagi memeluku, ia? Ini salahku Sehingga kau memutuskan wanita itu wanita
pelarianmu dariku dan tertawa lagi bersamaku. Apa seperti itu caramu membuatku
bahagia? Kenapa kau senang sekali mengajaku kesana-kemari membuat tawa
sekaligus luka secara bersamaan. Bahkan tak hanya aku, kau melibatkan wanita
lain di dalamnya. Kenapa? Oh ia, seharusnya aku sadar dari awal, kau hanya
ingin memeilikiku, yang kau tau kau menyayangiku tapi tak tau bagaimana
memeperlakukanku. Ia, kau hanya ingin
senang-senang di masa remajamu dan bermain-main dengan duniaku. Aku lupa! Dan
aku begitu serius menjalaninya denganmu. Ia, lagi lagi aku yang salah
mengartikan semuanya. Ini salahku!
..
Entah
apa malam ini aku bisa bermain denganmu dalam mimpi, untuk tidur saja aku tak
berani. Aku takut jika aku kembali bermimpi kau akan pergi atau aku yang akan
meninggalkanmu kali ini. aku tak berani, sungguh. Aku benar-benar tak habis
pikir. Bahkan aku tak bisa mengingat siapa namamu malam ini? siapa kau sebenarnya
dalam duniaku? aku tak pernah tau apa mau mu. Aku juga tak pernah tau apa
maksudmu. Sebegitu senangkah kamu saat tau aku terluka? Tak akan ku biarkan
kali ini kamu mengetahui hatiku saat ini seperti apa bentuknya dan masih
berwujudkah. Bahkan kali ini aku tak mau penjelasan apapun darimu. Tak
sedikitpun aku mau dengar alasan kenapa kau, buat wanita itu menjadi duniamu
selain aku. Alasan sebagus apapaun itu tak bisa menutupi, aku terluka karna
mencintaimu. tak masalah dengan wanita itu. liar pikiranku, kau bisa saja melakukan
hal itu terhadapnya, tak menutup kemungkinan nanti kau akan memperlakukanku
sama seperti wanita itu. Lebih baik begini, kau baik-baik saja dan aku terluka.
Benar, aku mulai gila karna aku terlalu mencintamu. Aku benar-benar merasa gila
kali ini. semua terlihat seperti biasanya untukmu. Ucapan sayang di penghujung
malam seperti biasanya. Masih memanggilmu dengan kata sayang. Bahkan rasanya
tak pantas itu kusebutkan lagi untukmu dan malam ini akan segera habis yang
kamu tahu sayang, ini tanggal 8 dan esok tanggal 9 adalah hari jadi kita. Dan
kau sama sekali tak peduli, tak ada ucapan manis untuku, tak ada kissnight
seperti biasanya malam itu dalam pesanmu. Tak peduli Dengan semua yang special
di duniaku. Apa ini surprise darimu? sangat sempurna rasanya kali ini untuku.
Dan pada akhirnya kamu akan paham sayang, tidak ada seorangpun yang bisa
mencintaimu dengan sangat sabar, selain aku. Andai aku bisa membaca semua
apapun yang kamu pikirkan, mungkin sekarang aku tau harus lanjut mencintaimu?
Atau berhenti mencintaimu?
..
Selamat
malam, pangeran gula” Ah, aku begitu merindukanmu malam ini. aku mencintaimu.
Saturday, februari 9. 3:42 waktu borneo
Trias
oktarina
