ini detik ke menit berapa aku merindukanmu?
ini jam hingga hari ke berapa aku mengingatmu?
ini terhitung bulan keberapa dari perpisahan kita yang sudah berlalu?
apa aku mengingatnya?
tidak!
aku ingin meluruskan semuanya. aku hanya mulai capek dengan keluhan-keluhan yang keliru ini.
aku keliru, ia.
sesungguhnya aku keliru dengan kepura-puranku yang kuat tanpa airmata.
aku bisa apa?
aku wanita, sama seperti yang lain. berlindung di balik air mata.
dan waktu gak pernah mau berdetak mundur, itu yang aku tau.
dia terus berputar. terus.. terus.. berputar maju.
dari detik ke menit berubah menjadi jam lalu berganti hari dan meninggalkan bulan.
aku bisa apa?
selain melanjutkan semuanya yang tersisa sendiri.
apapun tentangmu semuanya masih hangat.
dan kamu masih menjadi sebab tawa dan tangisku hingga hari ini.
itukah yang di sebut kenangan?
kenangan itu masuk tanpa permisi melalui celah-celah kecil merasuk menyebar di tiap ingatan yang masih tersisa di otaku .
apa karna kenangan yang kau tinggalkan begitu terasa menyitkan?
kenapa sedingin ini rasanya?
dan jujur aku capek jika harus terus membicarakan soal ini.
tapi yang aku tau pasti.
masih ada kehidupan di balik kengan yang harus aku jalani.

