Minggu, 23 Juni 2013

apa ini kenangan ?

ini detik ke menit berapa aku merindukanmu?
ini jam hingga hari ke berapa aku mengingatmu?
ini terhitung bulan keberapa dari perpisahan kita yang sudah berlalu?
apa aku mengingatnya? 
tidak!
aku ingin meluruskan semuanya. aku hanya mulai capek dengan keluhan-keluhan yang keliru ini.
aku keliru, ia.
sesungguhnya aku keliru dengan kepura-puranku yang kuat tanpa airmata.
aku bisa apa?
aku wanita, sama seperti yang lain. berlindung di balik air mata.
dan waktu gak pernah mau berdetak mundur, itu yang aku tau.
dia terus berputar. terus.. terus.. berputar maju.
dari detik ke menit berubah menjadi jam lalu berganti hari dan meninggalkan bulan.
aku bisa apa?
selain melanjutkan semuanya yang tersisa sendiri.
apapun tentangmu semuanya masih hangat.
dan kamu masih menjadi sebab tawa dan tangisku hingga hari ini.
itukah yang di sebut kenangan?
kenangan itu masuk tanpa permisi melalui celah-celah kecil merasuk menyebar di tiap ingatan yang masih tersisa di otaku .
apa karna kenangan yang kau tinggalkan begitu terasa menyitkan? 
kenapa sedingin ini rasanya?
dan jujur aku capek jika harus terus membicarakan soal ini.
tapi yang aku tau pasti.
masih ada kehidupan di balik kengan yang harus aku jalani.





Senin, 17 Juni 2013

waktu dina bilang.

waktu itu waktu malam dina bilang dia mau pergi jauuuh..
jangan bilang ke dia aku mengabarimu..
dina bilang dia nitip sesuatu buat kamu
dina juga bilang kamu jangan nangis ya, jangan sedih ..
dina juga bilang ini isi surat dia..

...........

malam itu setelah dina bilang :)

kamu menyeretku memaksaku kembali ke masa lalu..
kau lagi-lagi mengajaku untuk mengingat semuanya dari awal
memaksaku membuka kenangan..
dari luka yang kau buat sendiri.
dari tawa yang susah payah aku bangun sendiri.
kau secara secara sengaja kembali menuai tanya?
untuk apa kau menampakan diri lagi tanpa mengingat luka itu kau yang mengukirnya!
ah! seolah aku yang salah.
lagi-lagi aku yang terkesan menyakitimu.
lagi-lagi kau meracuni otaku memaksaku mengulang rasa pahit itu.
memaksaku memafkan keaadan lalu mengulang pahit yang luar biasa.
lihat itu..
itu hati yang kau buat sengaja, tidak selunak Daging tuna.
bahkan dia beku, tidak terasa lagi.
dia mati..
mati rasa karna luka yang kau buat sendiri.
lalu siapa yang salah? aku? bukan aku. tapi kamu!!

-triasoktarina

Pagi di bukit dieng

pagi Nept,
pagi ini aku di bukit dieng..
Di ujung bukit itu aku bebas.. bebas mengeja tiap-tiap satu huruf kata dari namanya, namanya yang tak pernah aku lupakan.
Di langit yang tak kosong itu aku bebas.. bebas melukis sketsa wajahnya yang begitu lekat di ingatan
Di tiap satu pohon yang aku lewati aku bebas.. bebas mencari mana yang bisa aku singgahi menitipkan pesan-pesan yang tak mudah aku katakan.
nept, bukit ini namanya Dieng lebih tepatnya terletak di sudut pulau jawa di kabupaten Wonosobo.
entah.. aku tak pernah membayangkan bagaimana aku menapki tiap jengkal mendaki tiap bebatuan dan kerikil serta pertanahan yang tak hanya licin.
jalana setapak itu di selimuti jurang sangat curam dan sedikit ngilu.
tadi aku triak nept, triakan napas yang mengeluarkan butiran asap dari mulut. hembusan tawa yang terlihat klise dari hati yang mengeram ngilu kesakitan.
tiba saatnya dia muncul menerobos waktu dari balik bukit-bukit .. pohon-pohon.. menyengat hangat membungkam semuanya yang mengigil.
aku menerobos waktu dari hitam bintang dan bulan yang mulai meninabobokan semua yang ingin terlelap aku menatang waktu hingga terik membakar butiran embun..
Golden sunrise.. itu sebutanya untuk dia matahari besar sangat manis hebat dan sangat perkasa kuat menantang dunia.


ini buktinya, lihat nept dia indah banget sangat memepesona ciptaan allah :)






Kamis, 13 Juni 2013

membencimu itu seperti melawan gravitasi bumi

selamat malam langit sendu dalam gelap yang sedang merintih derai hujan..
manusia itu muncul lagi.
dia tak berwujud atau menampakan diri di kedua mataku atau mendengarkan suaranya di kedua telingaku.
dia datang melalui pesan, pesan suara yang dilalui beberapa kilo meter atau bahkan ribuan
ah! aku tak peduli sama sekali tentang pesan itu..
sungguh aku berani sumpah!!
tak ada rasa sedih ataupun bahagia saat mendangarnya, bahkan untuk tersenyum saja aku tak mau.
entah.. aku mati rasa denganya atau aku mulai muak dengan semua keadaan yang memaksaku untuk tak peduli lagi dengan semua apapun itu tentangnya !
jujurku untuk mengakui aku tak mencintainya, itu muastahil untuk waktu secepat ini.
tapi untuk mengakui aku mencintainya, aku tak bisa menjanjikan apapun.
bahkan untuk merasakan apa yang aku rasa saat ini saja aku tak bisa, tak bisa berkata jujur tentang apapun yang aku rasa.
tapi yang pasti aku tau. aku cukup lelah untuk semua kejadian yang berangsur-asur tak membuahkan hasil jika aku harus memperjuangkanya ulang. mengulang semuanya lagi dari awal, hah? aku tak mau!
jauh di sudut-sudut hati itu ada yang bertriak ia ingin bebas. bebas lagi memiliki dunia yang dulu sempat hilang sepihak.
tapi rasa takut dan cemas yang terus menghantui memenuhi semua sudut bahkan celah sekecil apapun tak bisa di tutupi untuk tak lagi mengulang 12 bulan itu.
tapi, untuk membencinya itu seperti melawan gravitasi bumi.
melayang, terjatuh tapi tak sakit, berdiri tapi tak bisa, sulit !

Jumat, 07 Juni 2013

selamat malam .

selamat malam pangeran..
selamat malam kestariaku..
selamat malam my hero..
selamat malam sugar..
selamat malam sayang..
selamat malam untukmu..
aku tak pernah mengakhawatirkanmu setelah panggilan-panggilan itu tak lagi singgah di pesan singkatmu atau menyerang menepi di telingamu..
aku benar-benar tak pernah memperdulikan semua tentangmu atau yang lebih tepat aku benar-benar tak peduli dengan semua perasaanku.
aku mencintaimu !
mungkin untuk malam ini aku memutar ulang bagaimana 12 bulan itu menjadi 1 tahun yang tak pernah terlintas di otaku aku tak lagi menjadi duniamu.
dalam semua yang tertulis dan terdengar aku tak pernah mengerti apa yang mungkin bisa aku lakukan tanpa semua kenangan yang harus aku jalani tanpa mengingatmu sedikitpun bahkan aku tak pernah tau bagaimana kabarmu dan aku tak pernah mengerti bagaimana rasa yang kumiliki sekarang.
untuk malam ini aku begitu merindukanmu pria yang selalu menjadi dunia dalam lautan tawa dan tangisku.
aku mencintaimu